PEWARISAN SIFAT
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Setiap individu memiliki
karakter yang berbeda satu sama lain. Hal ini dapat terjadi
dikarenakan adanya penurunan sifat dari kedua orang tua masing-masing.
Penurunan sifat yang terjadi dapat bersifat dominan ataupun dapat bersifat
resesif (Anonim dalam Salmawati,
2016).
Sejak ribuan tahun yang lalu
orang meyakini bahwa keturunan dari hasil perkembangbiakan secara kawin
mewarisi sifat induknya. Saat ini telah diketahui bahwa sifat-sifat menurun
tersebut dikendalikan oleh suatu komponen sel yang disebut gen. Gen-gen
tersebut tersimpan di dalam inti sel yaitu dalam kromosom (Anonim dalam Salmawati, 2016).
Pada perkembangbiakan secara
kawin terjadi peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Setiap sel
kelamin membawa sifat dari induknya sehingga zigot yang terbentuk mengandung
gabungan sifat dari kedua induknya.Pewarisan sifat organisme melalui
perkembangbiakan secara kawin ternyata mengikuti pola tertentu. Pola pewarisan
sifat tersebut pertama kali oleh Gregor Johann Mendel. Didasari oleh pola
pewarisan sifat yang dirintis oleh Mendel, para ilmuwan mengembangkan varietas
unggul pada berbagai tanaman ataupun hewan, melalui persilangan dan hibridisasi
(Anonim dalam Salmawati, 2016).
Adapaun yang melatarbelakangi
dalam pembuatan percobaan ini yakni untuk membuktikan angka-angka perbandingan
genotif dan fenotif dari hukum Mendel dan dasar genotif beberapa sifat baka
pada manusia. Dimana akan dibandingkan sifat beberapa individu yang dapat membedakannya satu dengan yang lain.
B.
Tujuan
Untuk
membuktikan angka-angka perbandingan genotif dan fenotif dari hukum Mandel dan
untuk mengetahui dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia.
C.
Waktu
dan Tempat
Hari : Minggu, 24 Desember 2017
Pukul : 1400–16:00 WITA
Tempat
: Ruangan Fapetkan Universitas Sulawesi Barat
TINJAUAN
PUSTAKA
Dalam pewarisan sifat
atau persilangan, terdapat prinsip yang harus diingat, yaitu gen yang berperan dalam pengaturan dan penentuan sifat diberi
simbol huruf dan gen yang
bersifat dominan dinyatakan dengan huruf kapital. Gen yang bersifat resesif dinyatakan dengan huruf
kecil, misalnya gen yang menentukan sifat batang yang pendek ditulis dengan
huruf ”t”. Jadi, dapat diartikan bahwa batang tinggi dominan terhadap batang pendek, dan sebaliknya batang
pendek resesif terhadap batang tinggi. Pada manusia dan hewan vertebrata,
penyatuan sperma dan ovum yang masing-masing bersifat haploid (n) akan
membentuk zigot. Zigot tumbuh dan berkembang menjadi individu yang bersifat
diploid (2n), sehingga individu yang memiliki sifat tersebut dinyatakan dengan
dua huruf (Tim Penyusundalam
Sulfiani, 2012).
Susunan gen yang menentukan sifat suatu individu disebut genotip (tidak dapat
dilihat dengan mata). Genotip suatu inividu diberi simbol
dengan huruf dobel, karena individu itu umumnya diploid, misalnya MM,Mm dan mm.
Genotip memiliki sepasang gen. Sifat suatu individu yang
genotifnya terdiri dari gen-gen yang sama dari tiap jenis
gen disebut homozigot, misalnya RR, rr, TT, AABB, aabb dan sebagainya.
Homozigot dominan terjadi bila individu bergenotip RR, AA, TT. Sedangkan homozigot
resesif bila individu bergenotip rr, aa, tt dan sebagainya(Tim
Penyusundalam Sulfiani, 2012).
Sifat suatu individu yang genotipnya terdiri dari gen-gen yang berlainan dari tiap jenis gen disebut
heterozigot, misalnya Rr, Aa, Tt, AaBb dan sebagainya. Karakter atau sifat
lahiriah yang dapat diamati (bentuk, warna, golongan darah, dan sebagainya)
disebut fenotip. Fenotip ditentukan oleh gen dan lingkungan. Dua individu yang
memiliki sifat fenotip yang sama mungkin memiliki sifat genotip yang berbeda
misalnya dua induvidu tanaman yang memiliki genotip sama seperti berbiji bulat, memiliki kemungkinan genotip ialah BB
atau Bb. Gen b bersifat dominan sehingga gen B tersebut mengalahkan atau menutupi gen b yang bersifat resesif. Oleh karena itu
tanaman dengan BB atau Bb memiliki fenotip berbiji bulat (Tim Penyusundalam
Sulfiani, 2012).
Hukum
pewarisan Mendel adalah hukum mengenai pewarisan sifat pada organisme yang
dijabarkan oleh Gregor Johan Mendel dalam karyanya ‘Percobaan Mengenai
Persilangan Tanaman’. Hukum ini terdiri dari dua bagian yaitu hukum pemisahan
(segregation) dari Mendel juga dikenal sebagai Hukum Mendel Pertama dan hukum
berpasangan secara bebas (independent assortment) dari Mendel, juga dikenal
sebagai Hukum Mendel Kedua. Hukum segregasi menyatakan bahwa pembentukan gamet
(sel kelamin), kedua gen induk (parent) yang merupakan pasangan alel akan
memisah sehingga tiap-tiap gamet menerima satu gen dari induknya. Hukum
asortasi bebas (hukum Kedua Mendel) menyatakan bahwa bila dua pasang atau lebih
sifat, maka diturunkannya sepasang sifat secara bebas, tidak bergantung pada
pasangan sifat yang lain. Dengan kata lain, alel dengan gen sifat yang berbeda
tidak saling mempengaruhi. Hal ini menjelaskan bahwa gen yang menentukan tinggi
tanaman dengan warna bunga suatu tanaman, tidak saling mempengaruhi (AnonimdalamSulfiani, 2012).
Thomas
Huth Morgan (1865-1945) seorang ahli genetika dan embrio Amerika Serikat
mengemukakan pendapatnya tentang gen, bahwa gen adalah substansi hereditas, yaitu
kesatuan kimia yang bersifat sebagai berikut :
1.
Gen merupakan zarah tersendiri yang
kompak di dalam kromosom.
2.
Gen mengandung informasi genetika.
3.
Gen dapat menduplikasikan diri pada
peristiwa mitosis dan meiosis.
4.
Setiap gen menduduki tempat tertentu
dalam kromosom, lokasi khusus di dalam gen kromosom adalah lokus gen.
BAB
III
METODE
PRAKTIKUM
A.
Alat
dan Bahan
1. Kaca
pembesar (Loupe)
2. Daftar
fenotif
B.
Cara
Kerja
1. Memeriksa
fenotif dari semua sifat baka yang ada pada daftar fenotif di atas pada diri
sendir. Bila kesulitan meminta bantuan pada teman sejenis dalam kelompok. Mencatat
dalam bentuk tabel.
2. Bila
mempunyai fenotif yang dominan maka memberikan tanda (-) untuk gen kedua.
C.
Tugas
Berapa
nilai frekuensi gen dominan dan resesif dalam kelas?
BAB IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
Pengamatan
1. Tabel
Sifat Baka Kelompok
|
No
|
Ciri/Sifat
Baka
|
Fenotif
|
Genotif
|
Data
Kelompok/Kelas
|
|
1.
|
Ada lesung dagu (D),
tidak ada (d)
|
(-)
|
d
|
D=0 d=4
|
|
2.
|
Anak daun telinga
menggantung (E), menempel (e)
|
(+)
|
E
|
E=1 e=3
|
|
3.
|
Ibu jari tangan kiri
di atas (F), di bawah (f)
|
(-)
|
f
|
F=2
f=2
|
|
4.
|
Ruas jari kelingking
terujung menyerong ke dalam (B), tidak menyerong (b)
|
(-)
|
b
|
B=2 b=2
|
|
5.
|
Lidah melipat (L),
tidak melipat (l)
|
(-)
|
l
|
L=1 l=3
|
|
6.
|
Rambut dahi menjorok
(W), tidak menjorok (w)
|
(-)
|
w
|
W=0 w=4
|
|
7.
|
Rambut pada jari (M),
tidak ada rambut (m)
|
(+)
|
M
|
M=4
m=0
|
|
8.
|
Lesung pipi (P),
tidak ada (p)
|
(-)
|
P
|
P=0 p=4
|
|
9.
|
Lidah dapat digulung
(C), tidak dapat digulung memanjang (c)
|
(-)
|
c
|
C=0 c=4
|
|
10.
|
Gigi seri atas
nercelah (G), gigi seri atas tidak bercelah (g)
|
(-)
|
g
|
G=0 g=4
|
2. Tabel
Sifat Baka Semua Kelompok
|
No
|
Sifat
Baka
|
I
D=R
|
II
D=R
|
III
D=R
|
IV
D=R
|
V
D=R
|
VI
D=R
|
|
|
|
1.
|
Ada
lesung dagu
|
0=3
|
0=4
|
0=2
|
0=4
|
0=3
|
1=3
|
|
|
|
2.
|
Anak
daun telinga menggantung
|
0=3
|
2=2
|
0=2
|
1=3
|
0=3
|
1=3
|
|
|
|
3.
|
Ibu
jari kiri di atas
|
1=2
|
0=4
|
1=1
|
2=2
|
1=2
|
2=2
|
|
|
|
4.
|
Ruas
jari kelingking
|
0=3
|
4=0
|
1=1
|
2=2
|
0=3
|
0=4
|
|
|
|
5.
|
Lidah
melipat
|
2=1
|
4=0
|
2=0
|
1=3
|
0=3
|
4=0
|
|
|
|
6.
|
Rambut
dahi menjorok
|
1=2
|
4=0
|
1=3
|
1=2
|
0=3
|
0=3
|
|
|
|
7.
|
Rambut
pada jari
|
3=0
|
4=0
|
2=0
|
4=0
|
3=0
|
4=0
|
|
|
|
8.
|
Lesung
pipi
|
0=3
|
4=0
|
0=2
|
0=4
|
1=2
|
1=3
|
|
|
|
9.
|
Lidah
dapat digulung
|
2=1
|
1=3
|
2=0
|
0=4
|
0=3
|
3=1
|
|
|
|
10.
|
Gigi
seri atas bercelah
|
0=3
|
2=2
|
0=2
|
0=4
|
0=3
|
2=1
|
|
|
Keterangan:
D (Dominan)
R (Resesif)
3. Persetasi
data kelompok
a. Dominan
(d) =
x
100 % =100 %
Resesif
(D) =
x
100 % =0%
b. Dominan
(E) =
x
100 % = 66,67%
Resesif(e)
=
x
100 % = 33,33%
c. Dominan
(F) =
x
100 % = 66,67%
Resesif
(f) =
x 100 % = 33,33%
d. Dominan
(B) =
x
100 % = 100%
Resesif(b)
=
x
100 % = 0%
e. Dominan
(L) =
x
100 % = 100%
Resesif (l) =
x
100 % =0%
f. Dominan
(w) =
x
100 % =100%
Resesif (W) =
x
100 % = 0%
g. Dominan
(M) =
x
100 % = 100%
Resesif (m) =
x
100 % = 0%
h. Dominan (p) =
x 100 %
= 66,67%
Resesif (P)
=
x
100 % = 33,33%
i.
Dominan (C) =
x
100 % = 66,67%
Resesif (c) =
x
100 % = 33,33%
j.
Dominan (g) =
x
100 % = 100%
Resesif (G) =
x
100 % = 0%
B.
Pembahasan
Pada percobaan kali ini kami mengambil
sifat baka pada masing-masing praktikan dimana ada 10 sifat baka yang akan
dilihat persentase sifat dominan dan sifat resesifnya. Berikut adalah
penjelasan tiap-tiap sifat baka:
1. Lesung
dagu
Berdasarkan hasil praktikum, didapatkan
bahwa pada data kelompok kami tidak terdapat orang yang memiliki lesung dagu
(D), hal ini menandakan bahwa jumlah gen dominan 100%lebih besar dari jumlah
gen resesif 0%.
2. Anak
daun telinga menggantung
Berdasarkan hasil praktikum, didapatkan
bahwa pada data kelompok kami terdapatsatu orang yang memiliki anak daun
telinga menggantung (E), hal ini menandakan bahwa jumlah gen resesif 33,33%
lebih kecil dari jumlah gen dominan 66,67%.
3. Ibu
jari tangan kiri di atas
Berdasarkan hasil praktikum, didapatkan bahwa
pada data kelompok kami terdapat dua orang yang memiliki ibu jari tangan kiri
di atas (F), hal ini menandakan bahwa jumlah gen dominan 66,67% lebih besar
dari jumlah gen resesif 33,33%.
4. Ruas
jari kiri terjurung menyerong ke dalam
Berdasarkan hasil praktikum, didapatkan bahwa
pada data kelompok kami semua anggota kelompok memiliki ruas jari kiri
menyerong ke dalam (B), hal ini menandakan bahwa jumlah gen dominan 100% lebih
besar dari jumlah gen resesif 0%.
5. Lidah
melipat
Berdasarkan hasil praktikum, didapatkan bahwa
pada data kelompok kami semua anggota kelompok memiliki lidah melipat (L), hal
ini menandakan bahwa jumlah gen dominan 100% lebih besar dari jumlah gen
resesif 0%.
6. Rambut
dahi menjorok
Berdasarkan hasil praktikum, didapatkan bahwa
pada data kelompok kami semua anggota kelompok tidak memiliki rambut dahi
menjorok (w), hal ini menandakan bahwa jumlah gen dominan 0% lebih kecil dari
jumlah gen resesif 100%.
7. Rambut
pada jari
Berdasarkan hasil praktikum, didapatkan bahwa
pada data kelompok kami semua anggota kelompok memiliki rambut pada jari (M),
hal ini menandakan bahwa jumlah gen dominan 100% lebih besar dari jumlah gen
resesif 0%.
8. Lesung
pipi
Berdasarkan hasil praktikum, didapatkan bahwa
pada data kelompok kami terdapat satu orang yang memiliki lesung pipi (P), hal
ini menandakan bahwa jumlah gen resesif 33,33% lebih kecil dari jumlah gen
resesif 66,67%.
9. Lidah
dapat digulung memanjang
Berdasarkan hasil praktikum, didapatkan bahwa
pada data kelompok kami terdapat dua orang yang lidahnya dapat menggulung
memanjang (C), hal ini menandakan bahwa jumlah gen dominan 66,67% lebih besar
dari jumlah gen resesif 33,33%.
10. Gigi
seri atas bercelah
Berdasarkan hasil praktikum, didapatkan bahwa
pada data kelompok kami semua anggota kelompok tidal memiliki gig seri atas
bercelah (g), hal ini menandakan bahwa jumlah gen dominan 100% lebih besar dari
jumlah gen resesif 0%.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan saya dari unit VII, maka dapat saya simpulkan bahwa:
1.
Setiap sifat yang muncul pada makhluk hidup dikendalikan oleh factor keturunan yang disebut gen.
2.
Dari 10 (sepuluh) sifat baka
(fenotif) yang diamati, menghasilkan persentase perbandingan sifat fenotif resesif lebih besar dari pada sifat dominan.
B. Saran
1. Saran
untuk praktikum
Sebaiknya praktikum di laksanakan setelah jam shalat atau pada
jam yang tidak mengganggu jam shalat.
2. Saran
untukasisten
Tetap memperhatikan praktikan yang dibimbing.
3. Saran
untuk laboratorium
Sebaiknya pembangunan laboratorium biologi di segerakan untuk kenyamanan pada saat praktikum dan melengkapi alat laboratorium yang ada.

Komentar